Bendera Keharmonisan

Dalam suatu kehidupan berumah tangga ada 2 hal yang mempengaruhi hitam putihnya perjalanan. Kasih Sayang & Materi.

Jarang suatu pernikahan terjadi didasari dengan rasa benci. Ikatan kasih sayang yang mendalam biasanya bermuara di dermaga pernikahan. Berawal dari sini kisah mengarungi samudera kehidupan dimulai.

Besar kecilnya perahu adalah besar kecilnya kasih sayang diantara 2 insan. Kuat rentannya perahu adalah kuat rentannya kasih sayang. Penampilan perahu ditentukan oleh materi.

Sejoli yang membangun perahu namun hanya melihat penampilan perahu tanpa mempedulikan kualitasnya sangat mudah diombang ambingkan oleh ombak & badai. Lain halnya bila membangun perahu dengan mengutamakan kualitasnya. Dengan kokohnya perahu, perjalanan mengarungi samudera kehidupan mampu dilakukan dengan aman. Sepanjang perjalanan akan dijumpai perahu yang lain, pedagang, perompak, penumpang, balok kayu, sampah, angin, guntur, badai, dan sebagainya. Selama perahu kokoh, awaknya pun terlindungi. Sepanjang perjalanan, penampilan perahu tentu dibenahi sesuai selera. Disini keseimbangan diperlukan dengan tetap mengutamakan kualitas perahu. Besar, kuat, dan kokohnya perahu tetap nomor satu. Awak kapalnya bekerja sama memperindah penampilan perahu. Saling bantu, saling dukung, saling mengisi, saling melindungi.

Baca juga: Bajak Sawah Menata Hati

Ketika perahu mampu mengarungi samudera dengan tenang & aman, bendera keharmonisan pun naik dengan gagahnya. Dinikmati oleh awaknya yang bahagia. Tanpa maksud memamerkan kepada perahu lain, bendera itu pun akan tetap terlihat megah. Pertanda perahu itu mempunyai kualitas yang baik & awak yang sentosa.

Dari bhumi Jombang menyapa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar
Silakan masukkan nama